Aku dapat cerita ini dari seorang teman guru dengan inisial pak S. Pak S terkenal sebagai guru yang disiplin di sekolah tempatnya mengajar, bahkan murid muridnya menjuluki beliau guru killer. Teman teman gurupun segan padanya.
Suatu hari seperti biasanya, dia melaksanakan tugas mengajar di kelas 9. Para murid sudah rapi duduk di tempatnya masing masing, diam hening ........( hehehe....lebay). Kebetulan hari itu pakS mengadakan ulangan di kelasnya. Setelah membagi kertas soal, siswa siswinya mengerjakan dengan tenang, tak ada satupun yang berani mencontek atau bertanya pada temannya. Suasana menjadi sangat sangat sepi. Pak S pun duduk di kursi guru.
Tiba tiba beliau merasa mulas. Dia berusaha meringankan penderitaannya dengan cara mengelus elus perutnya. Setelah itu dia merasa pingin kentut. Dia jadi serba salah, mau keluar kelas gak mungkin karena sedang tes. Kalau keluar kelas jelas siswa siswanya akan saling contek. Akhirnya dia menumpangkan salah satu kakinya di kakinya yang lain. Dengan memiringkan pantatnya sedikit, dia mengeluarkan kentutnya sedikit demi sedikit agar kentutnya tidak bersuara tentunya.
Tanpa diduga, seorang siswanya mengangkat tangannya sambil bertanya,''Maaf pak, saya mau tanya. Soal no 4 kok gak ada? Tiba tiba terdengar suara kentut yang sangat keras yang asalnya dari kursi guru.Gegap gempitalah seluruh kelas. Ternyata pak S terkejut dengan suara muridnya, sehingga dia ga bisa lagi memanage keluarnya kentut.
.
Jumat, 17 Februari 2012
Senin, 13 Februari 2012
Be Optimistic
OPTIMIS VS PESIMIS
Alkisah, seorang pria buruk rupa tapi pintar menikah dengan seorang gadis cantik rupawan yang bodoh. Pria tersebut menikahi sang gadis karena kerupawanan wajahnya, sementara si gadis mau dinikahi pria tersebut karena kecerdasannya.
Beberapa bulan kemudian, mengandunglah sang istri. Bulan bulan penantian kelahiran sang jabang bayi, si pria gundah gulana, cemas, galau setiap hari sampai sampai gak doyan nasi, doyannya cuma roti. Duh kasihan sekali ........
Dia selalu berpikir," Jangan jangan anakku nanti akan buruk rupa seperti diriku dan bodoh seperti istriku"
Setiap detik, menit,jam,siang malam, dia selalu memikirkan itu, sampai akhirnya dia jatuh sakit.
Berkebalikan dengan istrinya, 180 derajat berbeda. Selama menantikan kelahiran sang buah hati, dia selalu merasa gembira. Dia selalu berpikir,'' anakku nanti pasti pintar seperti ayahnya dan rupawan sepertiku.''
Apakah anda pesimis seperti si pria atau pesimis seperti si wanita? Semuanya terserah anda.
Dan ..........................
INILAH BAYI MEREKA
Alkisah, seorang pria buruk rupa tapi pintar menikah dengan seorang gadis cantik rupawan yang bodoh. Pria tersebut menikahi sang gadis karena kerupawanan wajahnya, sementara si gadis mau dinikahi pria tersebut karena kecerdasannya.
Beberapa bulan kemudian, mengandunglah sang istri. Bulan bulan penantian kelahiran sang jabang bayi, si pria gundah gulana, cemas, galau setiap hari sampai sampai gak doyan nasi, doyannya cuma roti. Duh kasihan sekali ........
Dia selalu berpikir," Jangan jangan anakku nanti akan buruk rupa seperti diriku dan bodoh seperti istriku"
Setiap detik, menit,jam,siang malam, dia selalu memikirkan itu, sampai akhirnya dia jatuh sakit.
Berkebalikan dengan istrinya, 180 derajat berbeda. Selama menantikan kelahiran sang buah hati, dia selalu merasa gembira. Dia selalu berpikir,'' anakku nanti pasti pintar seperti ayahnya dan rupawan sepertiku.''
Apakah anda pesimis seperti si pria atau pesimis seperti si wanita? Semuanya terserah anda.
Dan ..........................
INILAH BAYI MEREKA
Langganan:
Postingan (Atom)
