Minggu, 27 Mei 2012

Narrative cartoons

1. The Lion and The Mouse


2. A story of Peacock


3. Cinderela

4. The Intelligent Donkey










Selasa, 22 Mei 2012

Renungan seorang ibu

Sebagai seorang ibu dari dua gadis yang beranjak dewasa, saya merasa sangat bersyukur dan berbahagia karena keduanya gadis penurut dan rajin beribadah. Tahun 2010 ketika anak pertama lulus SMA dan melanjutkan pendidikan di luar kota, ada rasa yang sangat berat di dalam hati untuk melepaskannya hidup sendiri di kos di tengah tengah orang- orang yang baru dikenalnya, jauh dari orangtua dan adiknya. Bagaimana dia mengurus dirinya sendiri nanti. Ketika aku mengutarakan unek-unekku itu pada suamiku, dia hanya berkata untuk tidak terlalu khawatir dengan keadaan anak yang jauh dari orangtua, yang penting adalah mendoakan dan berserah sama Tuhan.

Hari demi hari berlalu hingga akhirnya akupun terbiasa dengan hanya hidup bertiga di rumahku. Setahun kemudian anakku yang kedua lulus SMA dia diterima di sebuah perguruan tinggi juga di luar kota. Kali ini terasa lebih berat lagi melepaskannya karena itu berarti aku hanya akan tinggal berdua saja dengan suami. Betapa sunyi dan hampa rumahku nanti. Kalau biasanya kami berempat adalah tim yang kompak untuk menyenandungkan lagu-lagu pujian di teras rumah kami, sekarang cuma tinggal berdua.

Ketika meninggalkan anak keduaku di kosnya, mati-matian aku berusaha untuk tidak memperlihatkan kesedihanku didepannya. Duh anak manja bisakah kau hidup mandiri tanpa orangtua? Ketika melihat dia sudah bisa tersenyum dan melambaikan tangan, aku merasa agak lega.

Hm..... beginikah rasanya menjadi orangtua yang hidup terpisah jarak yang jauh dari anak-anaknya. Beginikah rasanya menjadi seorang ibu yang kesepian. Walaupun tertutup oleh wajahnya yang tenang, aku merasa yakin kalau suamiku juga merasakan hal yang  sama.

Aku jadi teringat ibu kandungku yang juga tinggal jauh dari tempat tinggalku. Mungkin beginilah perasaan beliau  ketika melepasku untuk bekerja dan menetap di daerah yang jauh dari beliau. Maafkan aku ibu, karena kesibukanku aku jarang menengokmu. Betapa sepi hidupmu ibu apalagi setelah ditinggal pergi ayahku untuk selama lamanya. Tak terasa menetes deras air mataku. Ibu .... aku sangat rindu padamu.

Setiap dua atau tiga bulan sekali kedua anakku pasti pulang. Bahagia nian hati ini ketika menunggu kedatangan mereka. Rasanya melebihi rasa bahagia ketika jatuh cinta pada lawan jenis di masa muda dahulu. Hal inipun juga mengingatkanku pada sosok ibuku yang penuh kasih. Dengan senyuman dan binar bahagia di mata beliau yang tak dapat disembunyikan setiap kali menyambutku datang kepadanya. Ibu ... aku gak akan pernah melupakanmu.




Minggu, 08 April 2012

Mahasiswa tua yang agak malang

Tahun 1999 setelah lolos seleksi, saya dan 4 orang guru bahasa inggris dari Banjarnegara diterima di IKIP Semarang (sekarang UNNES) untuk melanjutkan S1 dalam sebuah program beasiswa yang bernama Karyasiswa. Kuliah diselenggarakan di kampus setiap hari jumat, sabtu dan minggu.

Alat transportasi umum khususnya bis yang langsung dari Purwokerto ke Semarang masih sangat jarang. Kondisi bisnya juga ga begitu baik, yang memprihatinkan atapnya sudah karatan dan bocor di sana sini. walaupun kondisinya seperti itu tetap saja penuh sesak dengan penumpang.

Setiap kali pulang ke Banjarnegara sudah dipastikan kalau tidak lagi beruntung, tidak mendapatkan tempat duduk di bis. Badan terdorong kesana kemari karena berdiri berjejalan di dalam kendaraan. Panas, berbagai macam baupun ikut memeriahkan suasana, bau keringat,bau makanan, bau muntahan dan yang paling menyebalkan dalam kondisi seperti itu masih ada juga yang merokok. Bukan cuma satu orang tapi lebih dari 5-6 orang. Para pengamenpun ikut ikutan naik ke dalam bus, setelah mendapatkan tempat yang agak lapang mulailah mereka unjuk kebolehan. Sering aku berdoa dalam hati, semoga mereka tidak mendekat ke tempat posisiku berdiri, soalnya suaranya terasa keras sekali di telingaku, belum lagi maaf ya bau mulutnya kadang kadang sangat mengganggu.

Suatu kali  karena ingin agak nyaman dan bisa mendapatkan tempat duduk di bis yang menuju ke Banjarnegara, aku sengaja ke terminal Terboyo seorang diri. Dari kampus sekaran, aku naik bis kota menuju kesana. Di dalam bis kota, aku duduk di sebelah seorang gadis yang kelihatannya seorang pelajar atau mahasiswi. Dalam perjalanan aku merasa agak ga nyaman duduk disampingnya karena dia bertubuh agak besar, jadi hanya tersisa sedikit bagian kursi untuk kududuki. Sampai akhirnya aku melihat di sebelah kiriku ada penumpang yang turun. Segera aku pindah tempat duduk kekursi yang ditinggalkan penumpang itu. Tapi aduh ternyata tempat duduk yang inipun juga ga enak untuk duduk, posisinya agak miring dan di dekatnya ada maaf sedikit darah, mungkin penumpang yang tadi turun sedang mendapatkan tamu bulanan.Terpaksa aku pindah lagi ke tempat dudukku yang semula. Eh ..gadis di sebelahku langsung memeriksa tas ransel yang dipangkunya, dia juga meraba dan memeriksa saku celana dan jaketnya sambil melirik kearahku. Sepertinya dia ingin meyakinkan dirinya sendiri kalau barang barang bawaannya masih aman di tempatnya. Wah sepertinya dia mencurigai dan mengira aku seorang pengutil atau pencopet. Aduh mbak walaupun aku ini gak beautiful, tapi lihatlah mataku ini, aku bukan seorang pencuri, aku orang yang baik dan sebagai informasi tambahan aku bukanlah seorang koruptor hehehe...

Akhirnya sampai juga di terminal Terboyo. Turun dari bis kota, aku berjalan menuju ke tempat bis bis tujuan luar kota yang sedang mangkal. Tengak tengok depan belakang, kiri kanan, hm.. sudah amankah? Aku ingin buang gas yang sejak tadi kutahan. Aku tak ingin hal itu nanti mengganggu orang lain dan tentu saja aku tak ingin hal itu diketahui orang lain. Merasa sudah aman .... wusss rasanya lega sekali. Tapi .. ya Tuhaan tiba tiba saja ada suara rame anak anak muda di belakangku. Salah satunya nyeletuk dengan keras, " Wah mbak'e ngentuut!" Kemudian mereka beramai ramai mendahului aku sambil melengos ke arahku. Dengan muka yang kubuat setenang mungkin, aku berpura pura tidak mendengar dan melihat kearah mereka. Dengan wajah yang kubuat seinosen mungkin aku membelokkan jalanku masuk ke warung, beli makanan kecil untuk dua gadis kecilku di rumah.

Masuk ke dalam bis, senang sekali rasanya. Bebas memilih tempat duduk yang paling nyaman. Aku membatin ga mungkin aku seleluasa ini memilih tempat duduk kalau aku menunggu bis di halte dekat kantor PLN. Tepat seperti dugaanku segera bis penuh sesak dengan penumpang. Pak kondektur memintaku lebih tepatnya setengah memaksa untuk pindah tempat duduk di belakang sopir. Ada apa ini? Setelah aku pindah tempat barulah dia memberitahu dengan pelan kalau didekat kursiku tadi ada 3 orang yang profesinya adalah tukang copet di atas bus umum. Wah terima kasih pak, budi baikmu tak kan pernah kulupakan. Rupanya beliau hapal kalau aku sering menumpang di bisnya.

Tak terasa sampai juga di Banjarnegara, hari sudah gelap jam 10 malam. Aku bersiap siap untuk turun di perempatan kalimendong Purwanegara. Karena suasana yang gelap, ternyata tempat tersebut sudah terlewati. Dengan panik aku berteriak pada sopir kalau aku mau turun. Bis berhenti. Ya Tuhan ampuni aku .. dimana aku ini. Kemudian aku mengenali kalau aku ada di daerah desa Bantar. Berarti aku harus jalan kaki ke arah timur paling tidak sekitar 7 km.Saking kesal dengan diriku sendiri aku hampir menangis. Waktu itu masih sangat jarang orang yang mempunyai hp, hp masih dianggap barang yang sangat mewah. aku juga tidak memilikinya maka aku tidak bisa menghubungi suamiku untuk menjemput. Dengan perasaan campur aduk aku berjalan kaki menuju ke arah timur, hingga sampailah di terminal Mandiraja. Perasaan agak tenang karena disana tempatnya agak terang. Tapi perasaan agak tenang itu tak berlangsung lama karena dari kejauhan aku melihat 3 orang laki laki yang berjalan agak sempoyongan. Aduh pasti mereka orang orang yang sedang mabuk minuman keras. Dengan khawatir aku tetap meneruskan langkah sambil tak henti hentinya aku berdoa agar Tuhan selalu melindungiku dan menjauhkanku dari segala marabahaya. Semakin dekat aku dengan ketiga orang mabuk itu, tiba tiba salah satu dari mereka mengarahkan lampu senternya kearah mukaku dan berkata "Lho bu guru apa ya? kok malam malam di sini bu?" Puji Tuhan ternyata salah satu dari mereka adalah mantan muridku. Lantas aku bercerita padanya kalau aku baru pulang dari Semarang tapi bisnya kebablasan. Dengan suara keras kemudian dia memanggil tukang ojek yang mangkal di terminal dan memintanya untuk mengantarku ke kalimendong. Sampai di Kalimendong aku melihat suamiku sudah ada di sana untuk menjemputku. Belum pernah aku merasa selega ini sebelumnya. Luar biasa aku ditolong Tuhan dengan perantaraan pemuda yang sedang mabuk.





Senin, 05 Maret 2012

Lucu guru wagu

Dulu sewaktu jadi murid SD sampai SMA, selalu terpikir dalam benakku, pasti kehidupan pergaulan antar guru selalu damai, tenang dan dewasa. Bukankah guru - gurulah yang selalu memberikan nasehat, wejangan kepada murid muridnya. Tapi ternyata setelah diriku sendiri menjadi seorang guru, kenyataan di lapangan tak jauh berbeda dari murid -  murid hehehe ... Ada guru yang rajin, ada guru yang malas tapi suka carmuk. Ada yang rajin cuma kalau ada kepala sekolahnya persis seperti murid yang bertingkah baik kalau ada gurunya. Ada juga yang suka memecahkan suasana dengan tingkah lakunya yang konyol yaitu mengerjai murid ataupun guru yang baru ( nyanyi dulu ah...GURU JUGA MANUSIA).

Kejadian konyol itu terjadi beberapa tahun yang lalu ketika aku masih mengajar di sekolah yang lama. Tapi kalau aku mengingatnya aku massih merasa geli. Waktu itu jam pertama pelajaran sedang berlangsung, guru wanita yang kosong mengajar ngerumpi di kantor guru, guru pria ada yang main catur, baca koran, main gitar dll. ( harusnya sih membuat / melengkapi administrasi KBM  wkwk....). Tiba-tiba ada dua murid yang mengetuk pintu dan masuk ke kantor guru. Mereka mendatangi seorang guru yang bernama pak J k.
"Maaf pak mengganggu, saya disuruh bu Y untuk mengambil atlas Indonesia."
 Pak Jk menjawab,"O ya silakan itu di pojok."
 Salah satu anak  mengambil atlas kemudian menghampiri pak Jk lagi sambil mengucapkan terima kasih.
 Pak Jk menoleh ke murid tersebut dan berkata," Lho kok cuma satu atlasnya yang dibawa?"
 Simurid menjawab," Iya pak. Kami kan cuma disuruh mengambil atlas Indonesia."
Dengan wajah serius pak Jk berkata," Itu semua atlas yang di pojok harus dibawa semua kekelas. Daripada kamu bolak balik dari kelas ke kantor, dari kantor kekelas lagi. Kan capek. Kalau gak kamu bawa semua, pasti bu Y marah."
Guru guru yang dikantor mulai tersenyum geli karena tahu kalau pak Jk lagi ngerjain anak. Akhirnya kedua murid tersebut membawa semua atlas yang ada di situ. Atlas dunia yang besarpun dibawa. Pak Jk berkata lagi," Eeh itu tasnya bu Y juga dibawa, Bu Y galak kan, kalau tas ini gak dibawa kekelas pasti beliau akan marah besar."
Dengan terseok seok kedua siswa itupun membawa semua barang tersebut kekelas. Kelihatan sekali mereka kerepotan membawa atlas besar 6 buah ditambah 1 tas besar. Di dalam kelas pecahlah suara tawa guru karena tak kuat manahan geli.

Seperempat jam kemudian, kedua siswa itu kembali dengan membawa barang2 tadi. Pak Jk berkata," Lho kenapa dibawa ke sini lagi?"
Dengan memelas si murid menjawab,"Iya pak. Saya malah dimarahi bu guru."



Jumat, 17 Februari 2012

Cerita lucu guru

Aku dapat cerita ini dari seorang teman guru dengan inisial pak S. Pak S terkenal sebagai guru yang disiplin di sekolah tempatnya mengajar, bahkan murid muridnya menjuluki beliau guru killer. Teman teman gurupun segan padanya.

Suatu hari seperti biasanya, dia melaksanakan tugas mengajar di kelas 9. Para murid sudah rapi duduk di tempatnya masing masing, diam hening ........( hehehe....lebay). Kebetulan hari itu pakS mengadakan ulangan di kelasnya. Setelah membagi kertas soal, siswa siswinya mengerjakan dengan tenang, tak ada satupun yang berani mencontek atau bertanya pada temannya. Suasana menjadi sangat sangat sepi. Pak S pun duduk di kursi guru.

Tiba tiba beliau merasa mulas. Dia berusaha meringankan penderitaannya dengan cara mengelus elus perutnya. Setelah itu dia merasa pingin kentut. Dia jadi serba salah, mau keluar kelas gak mungkin karena sedang tes. Kalau keluar kelas jelas siswa siswanya akan saling contek. Akhirnya dia menumpangkan salah satu kakinya di kakinya yang lain. Dengan memiringkan pantatnya sedikit, dia mengeluarkan kentutnya sedikit demi sedikit agar kentutnya tidak bersuara tentunya.

Tanpa diduga, seorang siswanya mengangkat tangannya sambil bertanya,''Maaf pak, saya mau tanya. Soal no 4 kok gak ada? Tiba tiba terdengar suara kentut yang sangat keras yang asalnya dari kursi guru.Gegap gempitalah seluruh kelas. Ternyata pak S terkejut dengan suara muridnya, sehingga dia ga bisa lagi memanage keluarnya kentut.


.

Senin, 13 Februari 2012

Be Optimistic

OPTIMIS VS PESIMIS

Alkisah, seorang pria buruk rupa tapi pintar menikah dengan seorang gadis cantik rupawan yang bodoh. Pria tersebut menikahi sang gadis karena kerupawanan wajahnya, sementara si gadis mau dinikahi  pria tersebut karena kecerdasannya.
Beberapa bulan kemudian, mengandunglah sang istri. Bulan bulan penantian kelahiran sang jabang bayi, si pria gundah gulana, cemas, galau setiap hari sampai sampai gak doyan nasi, doyannya cuma roti. Duh kasihan sekali ........
Dia selalu berpikir," Jangan jangan anakku nanti akan buruk rupa seperti diriku dan bodoh seperti istriku"

Setiap detik, menit,jam,siang malam, dia selalu memikirkan itu, sampai akhirnya dia jatuh sakit.
Berkebalikan dengan istrinya, 180 derajat berbeda. Selama menantikan kelahiran sang buah hati, dia selalu merasa gembira. Dia selalu berpikir,'' anakku nanti pasti pintar seperti ayahnya dan rupawan sepertiku.''

Apakah anda pesimis seperti si pria atau pesimis seperti si wanita? Semuanya terserah anda.
Dan ..........................

INILAH BAYI MEREKA