Senin, 05 Maret 2012

Lucu guru wagu

Dulu sewaktu jadi murid SD sampai SMA, selalu terpikir dalam benakku, pasti kehidupan pergaulan antar guru selalu damai, tenang dan dewasa. Bukankah guru - gurulah yang selalu memberikan nasehat, wejangan kepada murid muridnya. Tapi ternyata setelah diriku sendiri menjadi seorang guru, kenyataan di lapangan tak jauh berbeda dari murid -  murid hehehe ... Ada guru yang rajin, ada guru yang malas tapi suka carmuk. Ada yang rajin cuma kalau ada kepala sekolahnya persis seperti murid yang bertingkah baik kalau ada gurunya. Ada juga yang suka memecahkan suasana dengan tingkah lakunya yang konyol yaitu mengerjai murid ataupun guru yang baru ( nyanyi dulu ah...GURU JUGA MANUSIA).

Kejadian konyol itu terjadi beberapa tahun yang lalu ketika aku masih mengajar di sekolah yang lama. Tapi kalau aku mengingatnya aku massih merasa geli. Waktu itu jam pertama pelajaran sedang berlangsung, guru wanita yang kosong mengajar ngerumpi di kantor guru, guru pria ada yang main catur, baca koran, main gitar dll. ( harusnya sih membuat / melengkapi administrasi KBM  wkwk....). Tiba-tiba ada dua murid yang mengetuk pintu dan masuk ke kantor guru. Mereka mendatangi seorang guru yang bernama pak J k.
"Maaf pak mengganggu, saya disuruh bu Y untuk mengambil atlas Indonesia."
 Pak Jk menjawab,"O ya silakan itu di pojok."
 Salah satu anak  mengambil atlas kemudian menghampiri pak Jk lagi sambil mengucapkan terima kasih.
 Pak Jk menoleh ke murid tersebut dan berkata," Lho kok cuma satu atlasnya yang dibawa?"
 Simurid menjawab," Iya pak. Kami kan cuma disuruh mengambil atlas Indonesia."
Dengan wajah serius pak Jk berkata," Itu semua atlas yang di pojok harus dibawa semua kekelas. Daripada kamu bolak balik dari kelas ke kantor, dari kantor kekelas lagi. Kan capek. Kalau gak kamu bawa semua, pasti bu Y marah."
Guru guru yang dikantor mulai tersenyum geli karena tahu kalau pak Jk lagi ngerjain anak. Akhirnya kedua murid tersebut membawa semua atlas yang ada di situ. Atlas dunia yang besarpun dibawa. Pak Jk berkata lagi," Eeh itu tasnya bu Y juga dibawa, Bu Y galak kan, kalau tas ini gak dibawa kekelas pasti beliau akan marah besar."
Dengan terseok seok kedua siswa itupun membawa semua barang tersebut kekelas. Kelihatan sekali mereka kerepotan membawa atlas besar 6 buah ditambah 1 tas besar. Di dalam kelas pecahlah suara tawa guru karena tak kuat manahan geli.

Seperempat jam kemudian, kedua siswa itu kembali dengan membawa barang2 tadi. Pak Jk berkata," Lho kenapa dibawa ke sini lagi?"
Dengan memelas si murid menjawab,"Iya pak. Saya malah dimarahi bu guru."