A. Seorang ibu membawa anaknya yang baru berumur 5 tahun ke sebuah supermarket.
Ketika melihat-lihat dan memilih sepatu untuk anaknya, barulah si ibu itu menyadari kalau anaknya tidak memakai sandal. Bertanyalah ibu itu pada anaknya
"Dimana sandalmu nak?"
"Aku lepas di depan pintu masuk. Kata ibu kan kalau masuk rumah harus lepas sandal," jawab anak itu
"................????"
B. Seorang pria tua dari desa diundang saudaranya untuk menghadiri pernikahan anaknya di sebuah hotel berbintang lima. Untuk menuju hotel tempat resepsi pernikahan, pria desa tersebut dijemput sebuah mobil mewah yang berkarpet bersih dan indah. Segera dia masuk ke mobil.
Sampai di hotel, turun dari mobil,dia kelihatan sangat bingung. Dengan panik, dia bertanya pada sopir mobil tersebut.
"Dimana sandalku?"
" Mana kutahu..." jawab sopir
Setelah berpikir agak lama, barulah dia ingat kalau dia telah melepas sandalnya sebelum naik ke mobil.
Akhirnya jadilah dia satu satunya tamu undangan yang bertelanjang kaki.
Catatan Si Guru
Senin, 02 Juni 2014
ORA PO PO
Suatu percakapan di dalam sebuah bus angkutan umum
Penjual asongan : Kacang pak?
Lelaki tua : Ora
Penjual asongan : Telur asin pak?
Lelaki tua : Ora
Penjual asongan : Aqua pak?
Lelaki tua : Ora
Penjual asongan : Rokok, permen pak?
Lelaki tua : Ora
Penjual asongan : Rokok, permen pak?
Penjual asongan : Tisu, tahu susur pak?
Lelaki tua : Ora
Penjual asongan : Lha opo pak?
Lelaki tua : Ora po po
Penjual asongan : .........???
.
Penjual asongan : Kacang pak?
Lelaki tua : Ora
Penjual asongan : Telur asin pak?
Lelaki tua : Ora
Penjual asongan : Aqua pak?
Lelaki tua : Ora
Penjual asongan : Rokok, permen pak?
Lelaki tua : Ora
Penjual asongan : Rokok, permen pak?
Penjual asongan : Tisu, tahu susur pak?
Lelaki tua : Ora
Penjual asongan : Lha opo pak?
Lelaki tua : Ora po po
Penjual asongan : .........???
.
Selasa, 28 Mei 2013
Sok Tahu lu
Sok Tahu Lu 1
Pulang sekolah jam 1.30, aku naik bis kecil jurusan Banjarnegara - Banyumas. 5 menit kemudian, bis berhenti untuk menaikkan serombongan ibu - ibu yang kelihatannya guru - guru SD. Aku merasa sudah kenal salah satu dari mereka, bahkan aku pernah sowan kerumahnya waktu beliau punya hajatan menikahkan anak perempuannya.
Aku tersenyum dan menganggukkan kepala ketika beliau menatapku dan akupun menyapa,
"Baru pulang bu?"
Tak kusangka dia langsung menjawab,"Iya mbak. Wah aku ingat kamu dulu muridku yang suka duduk di belakang, pendiam dan ngantukan. Sekarang kerja dimana?"
Kaget juga aku mendengarnya, aku membatin, sok tahu lu, aku dari SD sampai kuliah belajar di wilayah Salatiga. Tapi untuk menjaga agar beliau tidak malu didepan teman - temannya, aku menjawab,
"Di SMPN 1 Purwanegara bu."
"Jadi TU atau guru?'' tanyanya lagi.
"Guru bu.''
''Wah kamu bisa jadi guru ya....padahal dulu kamu nggak begitu pinter ha ha ha he he he...Tapi ya dasar nasib kamu bagus....,''kicaunya lagi.
JLEB!!!
Sampai disini, perutku mulai mual (karena bohong kali ya) . Akhirnya aku turun sebelum sampai tujuan.
Sok Tahu Lu 2
Suatu hari seperti biasa aku pulang kerja naik bis, duduk di sebelah bapak tua, mungkin pegawai senior suatu instansi atau pensiunan.
''Kerja di SMP bu?''sapanya
''Iya pak.''
''Guru honorer ya?'' tanyanya lagi.
( aku menyadari memang mukaku gak meyakinkan untuk jadi guru tetap/pns ....ihik...)
Karena lagi malas ngobrol aku iyakan saja. Maksudku biar beliau gak lagi ngajak ngobrol. Eh ga tahunya dia langsung bicara ngaloor ngidul, paanjaaaaa..ng lebaaaaarrrrr tentang nasib tenaga tenaga honorer.
''Tetanggaku ada yang jadi honorer 16 tahun lebih belum diangkat jadi pegawai tetap. Kamu sudah berapa lama jadi honorer?''
''Sudah lamaaaaa pak.''
''kluar saja, wiraswasta daripada nasib gak jelas''
''NGGGIIIH SUWUN.''
(hmmm sok tau lu)
Sok tahu lu 3
Setelah 6 hari dirawat di RS Salatiga, akhirnya Tuhan memberi kesembuhan pada anakku. Puji Tuhan. Istirahat 3 hari di rumah ibuku, setelah itu kami bersiap siap untuk pulang ke Banjarnegara.
Jam 6 pagi, aku sudah ada di pasar pagi Kembangsari untuk beli oleh oleh. Yang kutuju adalah kios yang menjual ikan bandeng duri lunak. Setelah negosiasi harga, aku beli 4 kotak bandeng, satu kotaknya berisi 10 ekor ikan.
''Eh bukan untuk oleh oleh ya?''
Belum sempat kujawab, dia nyerocos lagi.
''Mau dijual lagi to, ya udah harganya aku kurangi lagi. Jangan lupa besok lagi kalau dah habis, ambil bandeng ketempatku lagi ya.''
''Oh iya mbaaak... tentu saja,''jawabku.
Lumayaaan......Ga papa kokmbak kamu mengira aku penjual ikan bandeng he......he.....he.....
Pulang sekolah jam 1.30, aku naik bis kecil jurusan Banjarnegara - Banyumas. 5 menit kemudian, bis berhenti untuk menaikkan serombongan ibu - ibu yang kelihatannya guru - guru SD. Aku merasa sudah kenal salah satu dari mereka, bahkan aku pernah sowan kerumahnya waktu beliau punya hajatan menikahkan anak perempuannya.
Aku tersenyum dan menganggukkan kepala ketika beliau menatapku dan akupun menyapa,
"Baru pulang bu?"
Tak kusangka dia langsung menjawab,"Iya mbak. Wah aku ingat kamu dulu muridku yang suka duduk di belakang, pendiam dan ngantukan. Sekarang kerja dimana?"
Kaget juga aku mendengarnya, aku membatin, sok tahu lu, aku dari SD sampai kuliah belajar di wilayah Salatiga. Tapi untuk menjaga agar beliau tidak malu didepan teman - temannya, aku menjawab,
"Di SMPN 1 Purwanegara bu."
"Jadi TU atau guru?'' tanyanya lagi.
"Guru bu.''
''Wah kamu bisa jadi guru ya....padahal dulu kamu nggak begitu pinter ha ha ha he he he...Tapi ya dasar nasib kamu bagus....,''kicaunya lagi.
JLEB!!!
Sampai disini, perutku mulai mual (karena bohong kali ya) . Akhirnya aku turun sebelum sampai tujuan.
Sok Tahu Lu 2
Suatu hari seperti biasa aku pulang kerja naik bis, duduk di sebelah bapak tua, mungkin pegawai senior suatu instansi atau pensiunan.
''Kerja di SMP bu?''sapanya
''Iya pak.''
''Guru honorer ya?'' tanyanya lagi.
( aku menyadari memang mukaku gak meyakinkan untuk jadi guru tetap/pns ....ihik...)
Karena lagi malas ngobrol aku iyakan saja. Maksudku biar beliau gak lagi ngajak ngobrol. Eh ga tahunya dia langsung bicara ngaloor ngidul, paanjaaaaa..ng lebaaaaarrrrr tentang nasib tenaga tenaga honorer.
''Tetanggaku ada yang jadi honorer 16 tahun lebih belum diangkat jadi pegawai tetap. Kamu sudah berapa lama jadi honorer?''
''Sudah lamaaaaa pak.''
''kluar saja, wiraswasta daripada nasib gak jelas''
''NGGGIIIH SUWUN.''
(hmmm sok tau lu)
Sok tahu lu 3
Setelah 6 hari dirawat di RS Salatiga, akhirnya Tuhan memberi kesembuhan pada anakku. Puji Tuhan. Istirahat 3 hari di rumah ibuku, setelah itu kami bersiap siap untuk pulang ke Banjarnegara.
Jam 6 pagi, aku sudah ada di pasar pagi Kembangsari untuk beli oleh oleh. Yang kutuju adalah kios yang menjual ikan bandeng duri lunak. Setelah negosiasi harga, aku beli 4 kotak bandeng, satu kotaknya berisi 10 ekor ikan.
''Eh bukan untuk oleh oleh ya?''
Belum sempat kujawab, dia nyerocos lagi.
''Mau dijual lagi to, ya udah harganya aku kurangi lagi. Jangan lupa besok lagi kalau dah habis, ambil bandeng ketempatku lagi ya.''
''Oh iya mbaaak... tentu saja,''jawabku.
Lumayaaan......Ga papa kokmbak kamu mengira aku penjual ikan bandeng he......he.....he.....
Sabtu, 26 Januari 2013
Tertangkap Basah (got caught)
Di Banjarnegara, MGMP bahasa Inggris selalu diadakan pada hari selasa. Pada hari tersebut semua guru mapel bahasa Inggris biasanya kosong mengajar, karena mengikuti pertemuan mgmp. Pada pertemuan tersebut, kami sharing berbagai macam hal tentang proses kegiatan belajar mengajar, perilaku siswa, metode dan tehnik mengajar, PTK, lesson study dan lain sebagainya yang tidak ada hubungannya dengan tugas guru seperti masalah pembantu rumah tangga, sertifikasi, hutang piutang he....he.....(tentu saja yang ini dilakukan sewaktu jam istirahat)
Seperti biasa hari itu saya mengikuti kegiatan mgmp di sebuah sekolah yang dijadikan tempat untuk kegiatan tersebut. Kebetulan pada hari tersebut ada supervisi dari pengawas sekolah maka kegiatan berlangsung sampai jam 14.00. Karena waktu yang sudah agak siang, hampir semua ibu guru peserta membawa pulang dus makan siang mereka. Akupun juga melakukan hal yang sama.
Pulang dari tempat mgmp, aku mampir dulu ke sekolah tempatku mengajar karena aku ditunggu suamiku di sana untuk pulang ke rumah bersama sama. Sampai di sekolahku, aku merasa sangat haus karena memang cuaca hari itu sangat panas. Masuk ke ruang guru, ternyata sudah tidak ada minuman. Kemudian aku menuju ke ruang kepala sekolah dengan harapan menemukan minuman di sana. Apalagi kata seorang teman guru, kepala sekolah sedang dinas luar.
Dengan tenang aku masuk ke ruang KS. Dan ternyata memang ada segelas teh manis yang masih utuh di atas meja. Segera aku minum teh tersebut. Hem.. lumayan segar dan hauskupun terobati. Waah ada snack juga. aku mengambil sepotong dan memakannya. Ketika aku berbalik arah mau keluar ruang, ya Tuhaan benar benar jantungku mau copot secopot copotnya, karena persis didepanku bapak KS senyum senyum melihatku sambil berkata," monggo momggo bu, disekecakaken." (silahkan bu, enjoy saja) mungkin seperti itu kalau diterjemahkan. Saking terkejut dan malu, aku sampai melongo tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Eh kemudian beliau malah berkata lagi," ga apa apa bu, saya sebenarnya juga kaget tadi, tapi saya sengaja diam saja karena takut panjenengan tersedak."
Setelah beberapa saat menata hati, akupun berkata dengan terbata-bata," maaf pak, saya kira bapak langsung pulang ke rumah, tidak mampir ke sekolah,jadi tehnya saya minum." Tanpa menunggu jawaban beliau, dengan setengah berlari, aku keluar dari dalam ruangan. maluuuuuu.........
(kenangn ketika bp. Suradiyono masih menjabat KS di SMP 1 Mandiraja)
Seperti biasa hari itu saya mengikuti kegiatan mgmp di sebuah sekolah yang dijadikan tempat untuk kegiatan tersebut. Kebetulan pada hari tersebut ada supervisi dari pengawas sekolah maka kegiatan berlangsung sampai jam 14.00. Karena waktu yang sudah agak siang, hampir semua ibu guru peserta membawa pulang dus makan siang mereka. Akupun juga melakukan hal yang sama.
Pulang dari tempat mgmp, aku mampir dulu ke sekolah tempatku mengajar karena aku ditunggu suamiku di sana untuk pulang ke rumah bersama sama. Sampai di sekolahku, aku merasa sangat haus karena memang cuaca hari itu sangat panas. Masuk ke ruang guru, ternyata sudah tidak ada minuman. Kemudian aku menuju ke ruang kepala sekolah dengan harapan menemukan minuman di sana. Apalagi kata seorang teman guru, kepala sekolah sedang dinas luar.
Dengan tenang aku masuk ke ruang KS. Dan ternyata memang ada segelas teh manis yang masih utuh di atas meja. Segera aku minum teh tersebut. Hem.. lumayan segar dan hauskupun terobati. Waah ada snack juga. aku mengambil sepotong dan memakannya. Ketika aku berbalik arah mau keluar ruang, ya Tuhaan benar benar jantungku mau copot secopot copotnya, karena persis didepanku bapak KS senyum senyum melihatku sambil berkata," monggo momggo bu, disekecakaken." (silahkan bu, enjoy saja) mungkin seperti itu kalau diterjemahkan. Saking terkejut dan malu, aku sampai melongo tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Eh kemudian beliau malah berkata lagi," ga apa apa bu, saya sebenarnya juga kaget tadi, tapi saya sengaja diam saja karena takut panjenengan tersedak."
Setelah beberapa saat menata hati, akupun berkata dengan terbata-bata," maaf pak, saya kira bapak langsung pulang ke rumah, tidak mampir ke sekolah,jadi tehnya saya minum." Tanpa menunggu jawaban beliau, dengan setengah berlari, aku keluar dari dalam ruangan. maluuuuuu.........
(kenangn ketika bp. Suradiyono masih menjabat KS di SMP 1 Mandiraja)
Jumat, 18 Januari 2013
SIAPA YANG GILA
SIAPA YANG KURANG WARAS?
Sebetulnya
siapa yang gila? Pertanyaan itu muncul begitu saja dalam hati, saat melihat
sekelompok anak muda yang menggoda orang yang agak kurang waras di jalan.
Kelihatannya
gadis tersebut belum lama terkena gangguan jiwa, ditilik dari penampilan dan
pakaiannya masih agak bersih. Kulitnya juga lumayan bersih. Sebenarnya gadis
itu cantik mukanya.
Kejahilan
anak-anak muda itu dimulai ketika salah satu dari mereka bertanya pada gadis
tersebut dengan suara yang keras,” Mbak ...mbak..... kamu gak pakai celana
dalam ya?” Si gadis yang kurang waras tadi menjawab,” Jelas pakai dong masss
...” sambil melengos marah. Anak-anak muda itu lalu beramai ramai bicara,” ga
percaya....! kamu pasti ga pakai. Kalau pakai CD mana buktinya?” dan .........
si gadis itupun langsung mengangkat roknya tinggi tinggi sambil ngomel-ngomel
dan berteriak,” Ini .... lihaaat....! aku pakai celana dalam kaaan.....! orang
diberi tahu kok gak percaya.”
Sekelompok
anak muda tadi melihat dan langsung ketawa ngakak gak berhenti berhenti. Si
gadispun ngeloyor pergi sambil berteriak tak kalah keras,” Dasaarrr orang gila
kamu semua!”
Tak berapa
lama lewat sebuah mobil ambulans dengan suaranya yang khas, kemungkinan membawa
orang meninggal. Anak-anak muda tadi kembali berulah, dua orang diantara mereka
berteriak,” baang aku mau belii...!” sembari berpura pura mengejar ambulan
tersebut seakan akan mengejar penjual jajanan.
Aku dan temanku tersenyum simpul, geli juga melihat tingkah mereka. Lumayan dapat hiburan gratis. Lho???
Minggu, 27 Mei 2012
Narrative cartoons
1. The Lion and The Mouse
2. A story of Peacock
3. Cinderela
4. The Intelligent Donkey
2. A story of Peacock
3. Cinderela
Selasa, 22 Mei 2012
Renungan seorang ibu
Sebagai seorang ibu dari dua gadis yang beranjak dewasa, saya merasa sangat bersyukur dan berbahagia karena keduanya gadis penurut dan rajin beribadah. Tahun 2010 ketika anak pertama lulus SMA dan melanjutkan pendidikan di luar kota, ada rasa yang sangat berat di dalam hati untuk melepaskannya hidup sendiri di kos di tengah tengah orang- orang yang baru dikenalnya, jauh dari orangtua dan adiknya. Bagaimana dia mengurus dirinya sendiri nanti. Ketika aku mengutarakan unek-unekku itu pada suamiku, dia hanya berkata untuk tidak terlalu khawatir dengan keadaan anak yang jauh dari orangtua, yang penting adalah mendoakan dan berserah sama Tuhan.
Hari demi hari berlalu hingga akhirnya akupun terbiasa dengan hanya hidup bertiga di rumahku. Setahun kemudian anakku yang kedua lulus SMA dia diterima di sebuah perguruan tinggi juga di luar kota. Kali ini terasa lebih berat lagi melepaskannya karena itu berarti aku hanya akan tinggal berdua saja dengan suami. Betapa sunyi dan hampa rumahku nanti. Kalau biasanya kami berempat adalah tim yang kompak untuk menyenandungkan lagu-lagu pujian di teras rumah kami, sekarang cuma tinggal berdua.
Ketika meninggalkan anak keduaku di kosnya, mati-matian aku berusaha untuk tidak memperlihatkan kesedihanku didepannya. Duh anak manja bisakah kau hidup mandiri tanpa orangtua? Ketika melihat dia sudah bisa tersenyum dan melambaikan tangan, aku merasa agak lega.
Hm..... beginikah rasanya menjadi orangtua yang hidup terpisah jarak yang jauh dari anak-anaknya. Beginikah rasanya menjadi seorang ibu yang kesepian. Walaupun tertutup oleh wajahnya yang tenang, aku merasa yakin kalau suamiku juga merasakan hal yang sama.
Aku jadi teringat ibu kandungku yang juga tinggal jauh dari tempat tinggalku. Mungkin beginilah perasaan beliau ketika melepasku untuk bekerja dan menetap di daerah yang jauh dari beliau. Maafkan aku ibu, karena kesibukanku aku jarang menengokmu. Betapa sepi hidupmu ibu apalagi setelah ditinggal pergi ayahku untuk selama lamanya. Tak terasa menetes deras air mataku. Ibu .... aku sangat rindu padamu.
Setiap dua atau tiga bulan sekali kedua anakku pasti pulang. Bahagia nian hati ini ketika menunggu kedatangan mereka. Rasanya melebihi rasa bahagia ketika jatuh cinta pada lawan jenis di masa muda dahulu. Hal inipun juga mengingatkanku pada sosok ibuku yang penuh kasih. Dengan senyuman dan binar bahagia di mata beliau yang tak dapat disembunyikan setiap kali menyambutku datang kepadanya. Ibu ... aku gak akan pernah melupakanmu.
Hari demi hari berlalu hingga akhirnya akupun terbiasa dengan hanya hidup bertiga di rumahku. Setahun kemudian anakku yang kedua lulus SMA dia diterima di sebuah perguruan tinggi juga di luar kota. Kali ini terasa lebih berat lagi melepaskannya karena itu berarti aku hanya akan tinggal berdua saja dengan suami. Betapa sunyi dan hampa rumahku nanti. Kalau biasanya kami berempat adalah tim yang kompak untuk menyenandungkan lagu-lagu pujian di teras rumah kami, sekarang cuma tinggal berdua.
Ketika meninggalkan anak keduaku di kosnya, mati-matian aku berusaha untuk tidak memperlihatkan kesedihanku didepannya. Duh anak manja bisakah kau hidup mandiri tanpa orangtua? Ketika melihat dia sudah bisa tersenyum dan melambaikan tangan, aku merasa agak lega.
Hm..... beginikah rasanya menjadi orangtua yang hidup terpisah jarak yang jauh dari anak-anaknya. Beginikah rasanya menjadi seorang ibu yang kesepian. Walaupun tertutup oleh wajahnya yang tenang, aku merasa yakin kalau suamiku juga merasakan hal yang sama.
Aku jadi teringat ibu kandungku yang juga tinggal jauh dari tempat tinggalku. Mungkin beginilah perasaan beliau ketika melepasku untuk bekerja dan menetap di daerah yang jauh dari beliau. Maafkan aku ibu, karena kesibukanku aku jarang menengokmu. Betapa sepi hidupmu ibu apalagi setelah ditinggal pergi ayahku untuk selama lamanya. Tak terasa menetes deras air mataku. Ibu .... aku sangat rindu padamu.
Setiap dua atau tiga bulan sekali kedua anakku pasti pulang. Bahagia nian hati ini ketika menunggu kedatangan mereka. Rasanya melebihi rasa bahagia ketika jatuh cinta pada lawan jenis di masa muda dahulu. Hal inipun juga mengingatkanku pada sosok ibuku yang penuh kasih. Dengan senyuman dan binar bahagia di mata beliau yang tak dapat disembunyikan setiap kali menyambutku datang kepadanya. Ibu ... aku gak akan pernah melupakanmu.
Langganan:
Postingan (Atom)
